FB My Tweet Website Owner Follow Twet Islami Group
TOLONG!!! Jangan KLIK INI !!!

Alumni Pendidikan Biologi Universitas Lampung

Diberdayakan oleh Blogger.

Category

Recent Comments

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Free Automatic Elvira Links Free Backlink Service, Links Building 4 Free Florists Links Text Back Link Exchange PR Checker HyperSmash Pingates Google Pagerank icon Free PageRank Checker Wahid Biyobe Free Web Submission Text Back Links Exchanges

Meta Tag Generator

PR Checker

OSMOSIS PADA JARINGAN HEWAN (PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN)


LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN
(OSMOSIS)


Disusun Oleh:

          Wahid Biyobe (0913024076)














PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2011






LEMBAR PENGESAHAN


Judul Percobaan                      : Osmosis
Tanggal Percobaan                  : 26 Oktober 2011
Tempat Percobaan                   : Laboratorium Biologi II
Nama                                       : Wahid Biyobe
NPM                                       : 0913024076
Kelompok                               : 1 (satu)
Prodi                                        : Pendidikan Biologi 2009
Jurusan                                    : P.MIPA
Fakultas                                   : Keguruan dan Ilmu Pendidikan




                                                                        Bandar Lampung, 31 November 2011
            Asisten Praktikum                                                       Praktikan,


                                                                                                                                                Miswandi                                                                    Wahid Biyobe
NPM. 07130220                                                        NPM.0913024076


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Dalam kehidupan ini, sel merupakan organ yang sangat kompleks yang menyusun tubuh organisme. Tak dapat dipungkiri bahwa tubuh organisme yang terdiri atas sel-sel yang menyusun tersebut secara sinergis selalu dikendalikan teratur oleh sang Maha Pencipta. Setiap sel pada organisme terdiri dari beberapa bagian yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, artinya tetap saling untuk mengorganisir antara sel yang satu dengan sel yang lainnya, terutama yang sangat berpengaruh terhadap kontak masuk keluarnya zat (membran sel). Jadi dalam proses ini sel melakukan salah satunya yaitu proses osmosis untuk menjaga kestabilannya. Untuk mengetahui bagaimana proses osmosis yang dilakukan oleh sel organisme, maka akan saya bahas pada laporan ini.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari percobaan kali ini yaitu :
1.       Mengetahui bagaimana proses osmosis yang terjadi pada beberapa organisme melalui peragaan pada media tertentu
2.       Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi osmosis pada sel hewan


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Lalu lintas yang melintasi Membran
Membran biologis merupakan contoh sempurna dari struktur supramolekul-banyak molekul yang disusun ke dalam tingkat organisasi yang lebih tinggi dengan sifat-sifat yang baru muncul melebihi sifat-sifat molekul individunya. Kemampuan untuk mengatur transport melintasi batas seluler, suatu fungsi yang mendasar untuk keberadaan sel sebagai sistem terbuka. Model mosaik fluida membantu menjelaskan bagaimana membran mengatur lalu-lintas molekul sel.
Suatu lalu lintas yang tunak dari molekul dan ion kecil bergerak melintasi membran plasma dalam dua arah. Perhatikan pertukaran kimiawi antara sel otot dan fluida ekstraseluler yang membasahinya, gula, asam amino, dan nutrien lain memasuki sel, dan produk limbah metabolisme meninggalkan sel. Sel menyerap oksigen untuk respirasi seluler dan mengeluarkan karbondioksida.
Inti hidrofobik membran menghalangi transport ion dan molekul polar, yang bersifat hidrofilik. Molekul hidrofibik, seperti hidrokarbon, karbondioksida, dan oksigen, dapat larut dalam membran dan melintasinya dengan mudah. Molekul yang sangat kecil polar tetpi tidak bermuatan juga dapat lewat melalui membran dengan cepat. Contoh-contohnya ialah air dan etanol, yang cukup kecil untuk dapat lewat  diantara lipid-lipid membran. Bilayer lipid tidak sangat permeabel terhadap molekul polar, tak bermuatan yang lebih besar, seperti glukosa dan gula lain.
Bilayer ini juga relatif tidak permeable terhadap semua ion, sekalipun ion itu kecil seperti H+ dan Na+. Atom atau molekul bermuatan dan lapisan airnya sulit menembus lapisan hidrofobik membran. Akan tetapi, bilayer lipid hanyalah salah satu bagian cerita tentang permeabilitas selektif membran. Protein yang ada di dalam membran memainkan peran penting dalam pengaturan transpor. ( Campbell. 2002).
2.2 Gerak Material Melintasi Membran Plasma
Mekanisme gerakan zat melintasi membran plasma merupakan peristiwa penting untuk kehidupan sel. Misalnya zat tertentu harus masuk ke dalam sel guna mendukung kehidupan sel. Membran plasma memperantarai gerakan zat-zat tersebut. Mekanisme gerakan dibedakan menjadi dua cara, yaitu proses pasif dan aktif. Proses pasif terjadi jika zat bergerak melintasi membran plasma tanpa bantuan dari sel. Gerakan ini searah dengan gradien konsentrasi zat. Proses aktif, sel memerlukan energi (ATP) karena zat tersebut bergerak melawan gradien konsentrasi.
Proses pasif lain dalam transpor zat melintasi membran adalah osmosis. Pada tanspor jenis ini, air bergerak melintasi membran selektif permeabel dari daerah yang kadar airnya tinggi menuju ke daerah yang berkadar air rendah. Molekul air melalui saluran pada protein integral membran. (Trijalmo dan Arwin Achmad. 2002)
2.3 Penyerapan Aktif
Teori tentang pompa ion menganggap bahwa masuknya anion terjadi karena melewati pompa sitokrom dengan elektron yang berasal dai proses dehidrogenasi sebagai penukar. Di permukaan luar, elektron itu bergabung kembali dengan H+ dan O2 membentuk air. Sedangkan masuknya kation secara pasif, hanya untuk mengimbangkan anion yang masuk. ( Hasnunidah, 2011)
2.4 Osmosis
Osmosis adalah kasus khusus dari transpor pasif, dimana molekul air berdifusi melewati membran yang bersifat selektif permeabel. Dalam sistem osmosis, dikenal larutan hipertonik (larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut tinggi), larutan hipotonik (larutan dengan konsentrasi terlarut rendah), dan larutan isotonik (dua larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut sama). Jika terdapat dua larutan yang tidak sama konsentrasinya, maka molekul air melewati membran sampai kedua larutan seimbang. Dalam proses osmosis, pada larutan hipertonik, sebagian besar molekul air terikat (tertarik) ke molekul gula (terlarut), sehingga hanya sedikit molekul air yang bebas dan bisa melewati membran. Sedangkan pada larutan hipotonik, memiliki lebih banyak molekul air yang bebas (tidak terikat oleh molekul terlarut), sehingga lebih banyak molekul air yang melewati membran. Oleh sebab itu, dalam osmosis aliran netto molekul air adalah dari larutan hipotonik ke hipertonik.
Proses osmosis juga terjadi pada sel hidup di alam. Perubahan bentuk sel terjadi jika terdapat pada larutan yang berbeda. Sel yang terletak pada larutan isotonik, maka volumenya akan konstan. Dalam hal ini, sel akan mendapat dan kehilangan air yang sama. Banyak hewan-hewan laut, seperti bintang laut (Echinodermata) dan kepiting (Arthropoda) cairan selnya bersifat isotonik dengan lingkungannya. Jika sel terdapat pada larutan yang hipotonik, maka sel tersebut akan mendapatkan banyak air, sehingga bisa menyebabkan lisis (pada sel hewan), atau turgiditas tinggi (pada sel tumbuhan). Sebaliknya, jika sel berada pada larutan hipertonik, maka sel banyak kehilangan molekul air, sehingga sel menjadi kecil dan dapat menyebabkan kematian. Pada hewan, untuk bisa bertahan dalam lingkungan yang hipo- atau hipertonik, maka diperlukan pengaturan keseimbangan air, yaitu dalam proses osmoregulasi.

2.5 Transpor Aktif

Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.
Osmosis adalah suatu topik yang penting dalam biologi karena fenomena ini dapat menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke dalam dan ke luar sel.

Osmosis terbalik adalah sebuah istilah teknologi yang berasal dari osmosis. Osmosis adalah sebuah fenomena alam dalm sel hidup di mana molekul “solvent” (biasanya air) akan mengalir dari daerah “solute” rendah ke daerah “solute” tinggi melalui sebuah membran “semipermeable”. Membran “semipermeable” ini menunjuk ke membran sel atau membran apa pun yang memiliki struktur yang mirip atau bagian dari membran sel. Gerakan dari “solvent” berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai di kedua sisi membran.
Reverse osmosis adalah sebuah proses pemaksaan sebuah solvent dari sebuah daerah konsentrasi “solute” tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah “solute” rendah dengan menggunakan sebuah tekanan melebihi tekanan osmotik. Dalam istilah lebih mudah, reverse osmosis adalah mendorong sebuah solusi melalui filter yang menangkap “solute” dari satu sisi dan membiarkan pendapatan “solvent” murni dari sisi satunya.
Proses ini telah digunakan untuk mengolah air laut untuk mendapatkan air tawar, sejak awal 1970-an.
• Imbibisi merupakan penyerapan air oleh imbiban
• Contoh: penyerapan air oleh benih
• Proses awal perkecambahan
• Benih akan membesar, kulit benih pecah, berkecambah


BAB III
PROSEDUR PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan
Adapun alat-alat dan bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan kali ini yaitu diantaranya:
@ Alat        : Stopwatch, Bekker Glass, Penggaris, Tali/Rafia
@ Bahan   : Aquades, larutan garam (NaCl), usus ayam, dan plastik

3.2 Prosedur Kerja
Berikut ini akan dijelaskan prosedur kerja pada percobaan kali ini:
1.      Menimbang berat awal usus ayam dan plastik pada larutan gula dan garam dan menghasilkan berat awal usus pada larutan gula dan garam masing-masing sebesar 2 gr dan 6,5 gr. Berat awal plastik pada larutan gula 36 gr, dan pada larutan garam sebesar 64,3 gr



2.      Menyediakan 3 buah Bekker Glass yang masing-masing berisi 75 ml larutan garam dan 25 ml aquades. Dalam hal ini aquades 25 ml sebagai kontrol, sedangkan larutan garam dan gula sebagai variabel terikatnya.

3.      Selanjutnya yaitu mengisi plastik dan usus dengan aquades setinggi 10 cm dengan mengukur menggunakan penggaris. Disesuaikan dengan panjang lastik dan usus yang telah diukur sebelumnya. Kemudian mengikat ke dua bagian ujung usus dan plastik dengan tali/rafia

4.      Lalu Memasukkan plastik dan usus tadi ke masing-masing bekker glass yang sebelumnya telah berisi larutan garam dan aquades. Kemudian mencatat berat serta volume air yang ada pada plastik tadi (dilakukan selama 10 menit pertama dan 10 menit kedua. Hasil pengamatan pada 10 menit pertama dan kedua, untuk pada plastik tidak mangalami perubahan sama pada berat awal yaitu 64,3 gr namun volume air menjadi 97 ml. Untuk usus, pada 10 menit pertama berat usus berubah menjadi 6,8 gr dengan volume sebanyak 96 ml. Pada 10 menit kedua, berat usus menjadi 6,65 gr dengan volume air sebanyak 96 ml.


BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1  HASIL PENGAMATAN
Berdasarkan dari hasil percobaan yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil pengamatan yang dituangkan pada table berikut ini :
Tabel Hasil Pengamatan :

USUS (gr)
PLASTIK (gr)
Berat awal
10 ‘
20 ‘
Berat awal
10 ‘
20 ‘
Gula
2
3
2,3
36
36,2
36,2
Garam
6,5
6,8
6,65
64,3
64,3
64,3
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di BoyTrik

Artikel Menarik Lainnya :

Ditulis oleh Wahid Priyono - Kamis, 17 November 2011 - 16.32

Belum ada komentar untuk "OSMOSIS PADA JARINGAN HEWAN (PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN)"

Poskan Komentar