Manfaat dan Toksisitas Arsen (As) Menurut Pakar Toksikologi

08:14
  Arsen (As) banyak sekali dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan manusia, sehingga keberadaannya sangat memberi sumbangsih dalam berbagai bidang. Selain kelebihannya, ternyata arsen juga mempunyai daya toksisitas, sehingga jika seseorang terpapar (keracunan arsen) akan memperlihatkan beberapa gejala yang tidak umum.

    Sebagai pembahasan lengkapnya terkait dengan apa itu manfaat arsen dan seberapa berbahaya dari toksisitas yang ditimbulkan oleh Arsen, mari kita pelajari pada bagian materi pelajaran toksikologi dasar di bawah ini:

1.  Manfaat Arsen
Arsen sering dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia antara lain, sebagai racun tikus, penggunaan arsen sebagai racun tikus terbukti efektif dalam pemberantasan hama tersebut (Slamet, 2000).  Selain itu arsen putih dipakai sebagai pengawet kulit, bulu, dan kayu. Cupri aceto-arsenit juga dapat dipergunakan untuk hama tanaman dan buah-buahan (Suma’mur,1984).
Beberapa senyawa phenil arsenic digunakan sebagai aditif pada peternakan ayam untuk melawan serangan penyakit. Penggunaan lain dari arsen ditemukan dalam bidang peleburan baja, dimana digunakam sebagai doping germanium dan silicon atau dalam produksi gallium arsenide dan indium arsenide (Sukar, 2003).

2.    Toksisitas Arsen
Keracunan arsen dapat berupa 3 bentuk, yaitu:
1.      Menghisap atau kontak dengan debu persenyawaan-persenyawaan arsen anorganik
2.      Menghisap persenyawaan-persenyawaan arsen dengan zat air
3.      Kontak dengan persenyawaan-persenyawaan arsen organic
gejala-gejala dan tanda-tanda penyakit untuk ketiga golongan keracunan ini berlain-lain. Persenyawaan arsen anorganik bersifat perangsang setempat kepada kulit dan selaput lendir, dan mungkin bersifat carcinogenic. Persenyawaan-persenyawaan arsen dan zat air berefek hemolitik terhadap darah sehingga mengakibatkan hemoglbinuri, anemi dan ikterus. Persenyawaan arsen organis dapat bekerja sebagai perangsang lokal namun dapat juga sistemik. (Suma’mur, 1984)
Racun arsen yang masuk ke dalam saluran cerna akan diserap secara sempurna dalam usus dan masuk ke aliran darah, disebar ke seluruh organ tubuh.

Sebagai suatu racun protoplasmic arsen melakukan kerjanya melalui efek toksik ganda yaitu:
a.       Arsen mempengaruhi respirasi sel dengan menghambat kerja enzim pernafasan
b.  Senyawa arsen dapat mempunyai tempat predileksi pada endotel darah sehingga meningkatkan permeabilitas yang patologis.
c.       Dalam darah arsen mengikat globulin darah sehingga dengan mudah mengikuti aluran darah ke berbagai organ penting tubuh seperti hati, ginjal, limpa, paru-paru dan saluran cerna, sehingga menyebabkan gangguan dalam organ-organ tersebut.

d.      Di dalam tulang arsen dapat menggantikan posisi fosfor karena kemiripan sifatnya dengan fosfor 

Artikel Terkait

Previous
Next Post »