Belajar Biologi dan Pendidikan

 

.

Ekologi: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengukuran pH tanah

pH tanah sangat beragam menurut cara penyiapan tanah untuk pengukuran. Dengan demikian sangatlah penting untuk merincikan tatacara yang diikuti sesuai hasil pengukurn pH. Faktor-faktor mendasar yang menyebabkan keragamab dalam pengukuran-pengukuran pH adalah : pengeringan sampel tanah pada saat penyiapannya, banyaknya air yang digunakan, kandungan garam-garam terlarut, banyaknya CO2( yang dipengaruhi musim atau pengeringan), banyaknya penggilingan sampel yang terkena dan keragaman lapangan dari sampel ke sampel.

Pengukuran pH sampel tanah basah dalam lapangan adalah paling berlaku untuk lingkungan biologis tanah yang ada. Pengukuran-pengukuran pH sampel tanah yang kering-udara dianggap sebagai tatacara standar, karena proses pengeringan mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tanah, dan membuatnya mendekati keseimbangan. Selain dari perincian tatcara yang diikuti, haruslah dinyatakan apakah digunakan sampel lapangan yang basah atau yang dikeringkan dengan udara.

Umumnya makin encer suspensi tanah makin tinggi niali pH yang dicatat, tanpa melihat apakah tanah itu bersifat asam atau basa. Kenaikan pH ini biasanya dalam tingkatan 0,2-0,5 satuan pH pada saat  tanah diencerkan 10 kali namun dalam tanah-tanah netral atau basa kenaikannya mungkin satu atau lebih satuan pH. Jadi pengenceran sampai persen kejenuhan, meskipun mudah dalam pembuatan sampel tanah, mencakup pergeseran pH tanah basa yang lumayan.

pH tanah dapat diukur secara elektronmetrik dengan pH meter atau secara kalorimetris dengan indikator-indikator pH. Kedua cara adalah sederhana untuk dilakukan, dan masing-masing memiliki sesuatu keuntungan terhadap yang lain. Pengukuran-pengukuran elektrometrik pH lebih teliti, sedangkan pengukuran kolometris dapat dilakukan dilapangan, (Michael, 1994 : 58-59).

Comments :

0 comments to “Ekologi: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengukuran pH tanah”

Profil Saya di Google+

Blog Archive