Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Perkembangan Hewan

Ciri-Ciri Papilla Pengecap Pada Lidah Dan Kemoreseptor Penerjemah Berbagai Rasa

Lidah mempunyai reseptor khusus yang berkaitan dengan rangsangan kimia. Lidah merupakan organ yang tersusun dari otot. Permukaan lidah dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir, dan reseptor pengecap berupa tunas pengecap. Tunas pengecap terdiri atas sekelompok sel sensori yang mempunyai tonjolan seperti rambut. Permukaan atas lidah penuh dengan tonjolan (papila). Tonjolan itu dapat dikelompokkan menjadi tiga macam bentuk, yaitu bentuk benang, bentuk dataran yang dikelilingi parit-parit, dan bentuk jamur. Tunas pengecap terdapat pada paritparit papila bentuk dataran, di bagian samping dari papila berbentuk jamur, dan di permukaan papila berbentuk benang,  (Anonim,  http://bebas.ui.ac.id  ). Sumber gambar : Raven dan Johnson (dalam situs perpustakaancyber.blogspot.com) Puting pengecap atau taste bud terbentuk dari sekitar 50-150 sel-sel perasa. Bentuknya bulat lonjong dengan kuncup terbuka yang disebut dengan po...

Puting+Papilla-Papilla Pengecap Pada Lidah: Tranduksi Rasa Pahit, Rasa Manis, Asam, dan Asin

Sumber gambar : Raven dan Johnson Ketika penciuman terganggu karena flu, tiba-tiba makanan tidak menarik selera. Sebenarnya, yang kita namakan selera merupakan proses kerja indra penciuman. Dibanding dengan indra perasa, indra penciuman jauh lebih peka, yaitu sekitar 10.000 kali lebih peka. Hanya ada empat rasa yang dapat dideteksi indra pengecapan kita: manis, asam, asin, dan pahit. Indra penciumanlah yang membantu membedakan nuansa empat rasa tersebut. Dengan kata lain, sensasi dan aneka kenikmatan yang kita dapatkan dari makanan lebih merupakan kerja keras indra penciuman, dan bukannya lidah. Apa pun yang masuk ke mulut, meski baunya samar, sontak disambar oleh rongga hidung, tempat bersemayamnya sel-sel penerima bau. Di sana diolah jadi informasi yang lebih detail, tidak sekadar asam, manis, atau asam. Transduksi rasa manis: Rasa manis dimulai dengan melekatnya molekul gula pada porus perasa. Selanjutnya,  pelekatan tersebut mengaktifkan protein G ( stimulatory ) yang t...

Sitem Saraf Otonom: Perbedaan Mencolok Sistem Saraf Parasimpatik dan Saraf Simpatik

Sumber gambar:   anfis-mariapoppy.blogspot.com   Sistem saraf otonom disusun oleh serabut saraf yang berasal dari otak maupun dari sumsum tulang belakang dan menuju organ yang bersangkutan. Dalam sistem ini terdapat beberapa jalur dan masing-masing jalur membentuk sinapsis yang kompleks dan juga membentuk ganglion. Urat saraf yang terdapat pada pangkal ganglion disebut urat saraf pra ganglion dan yang berada pada ujung ganglion disebut urat saraf post ganglion. Sistem saraf otonom dapat dibagi atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. Perbedaan struktur antara saraf simpatik dan parasimpatik terletak pada posisi ganglion. Saraf simpatik mempunyai ganglion yang terletak di sepanjang tulang belakang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga mempunyai urat pra ganglion pendek, sedangkan saraf parasimpatik mempunyai urat pra ganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu. Fungsi sistem saraf simpatik dan parasimpatik selal...

AKIBAT DEFISIENSI BERBAGAI JENIS VITAMIN DAN MINERAL BAGI KESEHATAN TUBUH

berbagai menu makanan seimbang (sumber gambar: kutembak.com) RANGKUMAN Oleh WAHID - Kekurangan Vitamin A Dalam tubuh vitamin A berperan dalam penglihatan/ mata, permukaan epitel, serta membantu proses pertumbuhan. Peranan retinol pada penglihatan normal sangat penting karena daya penglihatan mata sangat tergantung oleh adanya rodopsin, suatu pigmen yang mengandung retinol. Kekurangan Vitamin A dapat mengakibatkan: (a) Gangguan penglihatan (b) Kerusakan Jaringan Epitel. (c) Gangguan Pertumbuhan - Kekurangan vitamin D Kekurangan vitamin D mengakibatkan penyakit rakhitis. Pada penyakit ini tulang-tulang tetap lunak, sehingga mudah berubah bentuknya. Adapun a kibat kekurangan Vitamin D ·       Ricetsia, penyakit karena defisiensi vitamin D sejak masa anak. Penulangan tulang rawan menjadi tak sempurna sehingga bentuk ruas-ruas tulang menjadi tidak wajar. ·       Tetani , (kejang otot) ·     ...

Pembelahan Sel dan Gastrulasi

Setiap hewan dalam perkembangannya mengikuti suatu tahapan tertentu mulai dari tahap morula hingga seterusnya pada tahap gastrulasi. Dari masing tahapan tersebut tentu saja memiliki ciri dan pembelahan yang berbeda, terutama ketika masa gastrulasi. Untuk materi tentang pembelahan sel dan gastrulasi akan secara lengkap dibahas pada bagian berikut ini, akan tetapi silahkan Anda dapatkan materinya dan Download Disini

Pembelahan dan Blastulasi

Setiap hewan dalam perkembangannya mengikuti suatu tahapan tertentu mulai dari tahap morula hingga seterusnya pada tahap blastulasi. Dari masing tahapan tersebut tentu saja memiliki ciri dan pembelahan yang berbeda, terutama ketika masa blastulasi. Untuk materi tentang pembelahan blastula akan secara lengkap dibahas pada bagian berikut ini, akan tetapi silahkan Anda dapatkan materinya dan Download Disini

Selaput Ekstra Embrio

Selaput ekstraembrio merupakan selaput pada bagian luar yang membungkus embrio agar berada persis pada posisi normal di dalam organ reproduksi betina(tempat embrio berkembang) yang berfungsi dalam perlindungan agar embrio tidak terkontaminasi oleh antigen lain, semisal antigen yang bersifat toksik baik dari jaringan darah atau faktor eksternal yang sengaja dimasukkan ke dalam tubuh melalui oral, semisal pil/obat-obatan yang mengandung kadar toksisitas yang relatif tinggi. Untuk materi selengkapnya, silahkan Anda pelajari materinya dan silahkan Download Disini