Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Botani Tumbuhan Rendah

Struktur dan Komponen Penyusun Pada Bunga

v Struktur Bunga 1.       Benang sari Benang sari pada tumbuhan merupakan alat kelamin jantan.Seperti halnya dengan bagian -bagian bunga yang diuraikan dahulu.Bena n g sari pun merupakan suatu metamorfosis daun,yang bentuk dan fungsinya telah disesuaikan sebagai alat kelamin jantan.Metamorfosisnya masih dapat terlihat pada bunga jenis tertentu,misalnya bunga tasbih.Pada tumbuhan ini tajuk bunganya justru tidak begitu menarik,tetapi yang berwarna indah dan menarik adalah benang sarinya yang bersifat seperti tajuk bunga. Pada benangsari dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu : Ø   Tangkai sari (filamentum),yaitu bagian yang berbentuk benang dengan penampang melintang yang umumnya berbentuk bulat. Ø   Kepala sari (anther),yaitu bagian benang sari yang terdapat pada ujung tangkai sari. Bagian ini di dalamnya biasanya mempunyai 2 ruang sari (theca),masing-masing ruang sari semula terdiri atas dua ruangan kecil ( loculus atau loculumentum). D...

Biologi Seluler: Fungsi, Struktur, dan Siklus Hidup Mitokondria

Fungsi Mitokondria: Mitokondria, kondriosom ( bahasa Inggris : chondriosome, mitochondrion, plural:mitochondria ) adalah organel tempat berlangsungnya fungsi respirasi sel makhluk hidup , selain fungsi selular lain, seperti produksi energi , metabolisme asam lemak , biosintesis pirimidina , homeostasis kalsium dan transduksi sinyal selular . Mitokondria merupakan organel yang paling penting karena di sinilah respirasi yang merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup, dihasilkan dalam bentuk adenosina trifosfat . Dengan demikian, mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel. Mitokondria mempunyai dua lapisan membran , yaitu lapisan membran luar dan lapisan membran dalam. Lapisan membran dalam ada dalam bentuk lipatan-lipatan yang sering disebut dengan cristae. Di dalam Mitokondria terdapat 'ruangan' yang disebut matriks, dimana beberapa mineral dapat ditemukan. Sel yang mempuny...

Mikrotubul, Mikrofilamen, dan Filamen Intermedia

Mikrotubul: Mikrotubul berupa silinder panjang yang berongga dengan diameter luar kira-kira 25 nm dan diameter dalam lebih kurang 12 nm. Panjangnya beragam dari beberapa nanometer sampai beberapa micrometer. Mikrotubul terdiri dari molekul-molekul bulat protein yang disebut tubulin yang secara spontan saling bergabung pada kondisi tertentu membentuk silinder panjang berongga. Pada irisan melintang, mikrotubul terlihat terdiri dari 13 subunit dalam susunan heliks. Subunit ini adalah bagian dari 13 benang tubulin, masing-masing terangkai membentuk heliks yang merupakan bagian dari dinding mikrotubul. Tiap molekul tubulin berbobot molekul 110.000 Dalton dan merupakan dimer dari protein yang bernama tubulin a dan tubulin b. Kedua macam tubulin itu tersusun berselang-seling di sepanjang benang. Jadi, mikrotubul mempunyai polaritas yang berperan penting dalam pembentukan dan fungsi mikrotubul. Mikrotubul dapat dilihat dengan mikroskop fluoresensi terutama dengan cara mereaksikannya deng...

Mengenal Sklereid: Bentuk, Ontogeni dan Penempatan Sklereid Pada Jaringan Tumbuhan

Bentuk dan Penempatan Sklereid: Dalam tubuh tumbuhan, sklereid terbentuk di berbagai tempat yang berbeda. Pada banyak tumbuhan sklereid terbentuk sebagai kumpulan sel yang padat dibagian dalam jaringan parenkim yang lunak. Organ-organ tertentu, seperti misalnya kulit kenariserta banyak biji batu dan selaput biji lainnya, seluruhnya dibentuk dari sklereid. Pada banyak tumbuhan sklereid kelihatan sebagai idioblas, yakni sebagai sel-sel yang dengan mudah bibedakan dari sel-sel jaringan sekitar karena ukuran, bentuk, dan ketebalan dindingnya. Pada beberapa tumbuhan, misalnya magnoliaceae, sklereid dijumpai dalam hamper seluruh organ dalam korteks dan empulur batang, daun, stipula, perhiasan bunga,reseptakel, buah dan jarang dalam akar (Tucker,1977). Diantara tipe-tipe sklereid idioblas terdapat juga suatu tipe sel yang mirip trakeid, yakni idioblas trakeoid (Rao & Das, 1979b). Sementara itu,  Tschirch (1889) mengusulkan pembagian sklereid ke dalam empat tipe: (1) br...

Struktur, Klasifikasi, Serta Manfaat Serat Komersial Yang Diambil Dari Serat Tumbuhan

Istilah serat, sebagaimana dipakai dalam dunia industri, biasanya tidak mempunyai arti yang sama dengan yang diartikan oleh para ahli botani. Misalnya serat Linum, yang diperdagangkan sebenarnya adalah seberkas serat, dan yang berasal dari daun monokotil, seperti misalnya Agave, Musa textilis,dll, biasanya adalah berkas pembuluh dengan seludang di sekeliling serat. Serat-serat yang diperdagangkan dari berbagai tumbuhan meliputi system pembuluh akar, seperti pada Muhlenbergia, atau meliputi keseluruhan tumbuhan. Serat gossypium (kapas) yang diperdagangkan adalah rambut epidermis pada biji. Serat kapuk adalah rambut yang dihasilkan oleh permukaan bagian dalam daun buah Cieba pentandra. Serat yang diperdagangkan dibagi menjadi dua tipe, serat keras dan serat lunak. Serat keras adalah serat yang mamiliki kadar lignin yang tinggi pada dindingnya dan yang bertekstur kaku. Serat lunak dapat mengandung atau tanpa lignin, seratnya serta elastic, dan berasal dari kotiledon. Serat juga ...

Protoplas Serat dan Evolusi Serat Xiler Pada Tumbuhan

Protoplas Serat: Selama perkembangan serat floem primer pada tumbuhan Nicotiana dan Linum, Esau (1938,1943) mengamati bahwa protoplasnya berinti banyak. Protoplas pada saat berkembangnya serat sekunder biasanya berinti tunggal. Serat libriform dan trakeid serat yang dewasa biasanya dianggapsebagai struktur penunjang yang telah mati. Pada serat yang telah dewasa, adanya protoplas hidup dan intinya hanya dikenal pada serat floem  (Kallen,1882) dan pada serat septet (Spackman & Swamy, 1949). Baru-baru ini protoplas hidup dan inti telah diketahui keberadaannya di serat libriform pada berbagai spesies tumbuhan, dan bahkan dalam trakeid serat. Evolusi Serat Xiler: Dari segi evolusi telah diterima anggapan bahwa serat berkembang dari trakeid. Asumsi tersebut didukung oleh fakta adanya berbagai  bentuk transisi dari kedua tipe unsure yang ditemukan pada beberapa angiosperma. Dari bentuk-bentuk transisi yang telah diketahui  ternyata perubahan-perubahan beriku...

Studi Taksonomi: Cara/Teknik Untuk Membuat Herbarium Kering dan Herbarium Basa

Studi taksonomi tumbuhan harus didasarkan pada bahan yang riil/specimen. Suatu specimen dapat berupa tubuh tumbuhan yang lengkap, yang terdiri dari bagain vegetatif (akar, batang+cabang, daun), dan bagian-bagian generatif (bunga dan buah) untuk tumbuhan spermatophyta, atau dapat pula bagian vegetatif dan generatif tumbuhan spora (cryptogamae). Specimen yang digunakan untuk studi taksonomi dapat berupa bahan tumbuhan segar yang masih hidup, atau bahan tumbuhan yang telah diawetkan (herbarium). Untuk materi selengkapnya seputar teknik pembuatan herbarium kering dan herbarium basah dapat anda baca referensi yang saya tulis di bawah ini:

Struktur Morfologi Jaringan Epidermis pada Daun, Batang, dan Akar Tumbuhan

Struktur Morfologi Jaringan Epidermis pada Daun : Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah. Pada permukaan daun bagian bawah biasa ditemukan bentuk modifikasi dari sel - sel epidermis, yaitu berupa sel penutup pada stomata. Stomata/ mulut daun merupakan lubang kecil atau pori yang diapit oleh dua sel penjaga. Dengan cara mengubah bentuknya, sel penutup dapat mengatur pelebaran (stomata terbuka) dan penyempitan celah (stomata menutup). Ketika stomata terbuka terjadi pertukaran gas, karbondioksida berdifusi masuk dan oksigen berdifusi keluar. Epidermis pada daun umumnya terdiri dari selapis sel, tetapi pada tumbuhan lain ada yang beberapa lapis sel seperti pada tumbuhan Ficus dan Piper sebagai hasil pembelahan periklinal (pembelahan sejajar dengan permukaan) protoderm. Dinding selnya mengalami penebalan tidak merata, dinding sel yang menghadap keluar umumnya lebih tebal, terdiri dari lignin tapi umumnya dari kutin. Penebalan dari ku...

Persiapan+Proses Pembuatan Media Tanam Dengan Paralon Sistem Vertikultur

SALAH SATU CARA MEMBUAT MEDIA TANAMAN DG PARALON SISTEM VERTIKULTUR PENGISIAN MEDIA TANAM KEDALAM PIPA PARALON LUBANG BULAT: Persiapan : *) Pipa paralon yang sudah dilubangi *) Metan ( sekam mentah atau sekam bakar + pupuk kandang ) perbandingan 1 : 1, jika mau ditambahkan media lain juga boleh asal yg poros *) pipa instalasi listrik diameter 2-3 cm ( sebagai pembagi air/nutrisi ), atau diganti model lain juga boleh terserah selera *) Bibit tanaman yang sudah disemai terlebih dahulu sampai keluar daun 5-7 lembar. Proses : 1. Masukkan pipa kecil (pipa instalasi listrik 1/2 inchi ) ke dalam paralon, letakkan persis di tengah 2. Masukkan media tanam dari lubang paling bawah dan jangan ditekan 3. Setelah penuh, pengisian Dilanjutkan ke lubang selanjutnya diisi sampai penuh semua 4. Jika sudah penuh semua, selanjutnya disiram air dari lubang paling atas, termasuk lubang saluran nutrisi 5. Diamkan selama 2-3 hari, (ulangi penyiraman spt diatas selama 2-3 hari berturut-tu...

Apa Itu Budidaya Tanaman dengan Teknik Vertikultur?

Apa itu budidaya tanaman dengan Teknik Vertikultur? Teknik Vertikultur adalah cara bertanam yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah-wadah yang disusun secara vertical, atau dapat dikatakan bahwa vertikultur merupakan upaya pemanfaatan ruang ke arah vertical. Dengan demikian penanaman dengan sistem vertikultur dapat dijadikan alternative bagi masyarakat yang tinggal di kota, yang memiliki lahan sempit atau bahkan tidak ada lahan yang tersisa untuk budidaya tanaman . Jenis-jenis tanaman yang dibudidayakan biasanya adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, berumur pendek atau tanaman semusim khususnya sayuran (seperti seledri, caisism, pack-choy, baby kalian, dan selada), dan memiliki system perakaran yang tidak terlalu luas. Keunggulan Teknik Vertikultur yaitu : 1. Hemat lahan dan air; 2. Mendukung pertanian organik; 3. Wadah media tanam disesuaikan dengan kondisi setempat; 4. Umur tanaman relatif pendek; 5. Pemeliharaan tanaman relative sederhana; ...

Sungguh Ajaib: Temulawak dan Daun Sambung Nyawa Mampu Turunkan Kadar Kolesterol

Sumber gambar : temulawak.org Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, diantaranya jantung koroner, arteriosclerosis dan stroke. WHO menyebutkan, 20% penderita stroke disebabkan oleh kelebihan kolesterol, dan 50% kasus jantung koroner dikarenakan kolesterol tinggi. Kolesterol sebenarnya adalah zat yang dibutuhkan tubuh untuk pengangkutan lemak dan pembentukan hormon. Namun demikian, jumlah kolesterol yang berlebihan akan menghambat peredaran darah dan menjadi gerbang berbagai penyakit. Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt., Dosen Fakultas Farmasi UGM bersama timnya menemukan formula baru untuk mengurangi kolesterol dalam tubuh. Formula ini merupakan kombinasi hasil daun sambung nyawa dengan temulawak. Menurutnya, temulawak sendiri diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol, sementara daun sambung nyawa bisa meningkatkan High-density lipoprotein (HDL) dan menurunkan Low-density lipoprotein (LDL). Temulawak juga mampu meningkatkan nafs...

7 Jenis Tanaman Atau Tumbuhan Yang Berkhasiat Sebagai Obat Penghilang Bau Mulut

Oleh: Wahid Biyobe ---Banyak sekali tumbuhan/tanaman di sekitar tempat tinggal kita yang berpotensi sebagai tanaman obat. Tanaman-tanaman itu justru sangat diminati oleh para manusia di bumi, sebab kebanyakan produk obat kimia yang di jual di pasaran memiliki efek samping yang cukup berbahaya dengan alasan banyak sekali senyawa-senyawa kimia yang bisa jadi meracuni sel-sel tubuh. Dengan adanya tumbuhan obat, maka manusia akan semakin dipermudah dalam penyembuhan beberapa penyakit, termasuk bau mulut yang merupakan masalah umum yang dihadapi oleh beberapa orang. Jika terjadi bau mulut itu artinya bahwa bagian dalam rongga mulut kita kurang sehat. Segala penyakit itu berasal dari mulut. Mengapa demikian, jika rongga mulut kita saja sudah jorok, tentu banyak bibit-bibit penyakit termasuk bakteri mulut yang secara logika jika saat kita makan, maka bakteri tersebut akan ikut tertelan bersama makanan yang kita konsumsi. Ini juga akan berefek pada organ pencernaan dan tubuh lainnya. A...