Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Metodologi Penelitian Pendidikan

Contoh Format Penilaian Sikap melalui Penilaian Diri K13

a.        Penilaian Sikap melalui Penilaian Diri Penilian sikap melalui penilaian diri ini bertujuan untuk mengetahui sikap (afektif) siswa saat mengikuti pembelajaran di kelas. Hasil dari penilaian diri ini diserahkan kepada guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah yang bersangkutan untuk dijadikan pertimbangan dan evaluasi guru ataupun sebagai bahan untuk pemetaan. Berikut ini contoh dari format penilaian sikap melalui penilaian diri pada siswa. Mata Pelajaran        : Biologi Kelas/Semester       : XII/1 Kompetensi Dasar  : 3.3 Menganalisis Keterkaitan antara struktur dan fungsi gen, DNA, kromosom dalam proses penurunan sifat  pada makhluk hidup serta menerapkan prinsip-prinsip pewarisan sifat dalam kehidupan Topik/Subtopik : Materi Genetik/ Kromosom, g...

Contoh Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap (K13) SMA/SMK Sederajat

1.  Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap a.        Penilaian  Kompetensi  Sikap  Melalui  Observasi Penilaian  Sikap Kegiatan Diskusi Mata Pelajaran        : Biologi Kelas/Semester       : XII/1 Kompetensi Dasar  : 3.3 Menganalisis Keterkaitan antara struktur dan fungsi gen, DNA, kromosom dalam proses penurunan sifat  pada makhluk hidup serta menerapkan prinsip-prinsip pewarisan sifat dalam kehidupan Topik/Subtopik : Materi Genetik/Kromosom, Gen, dan DNA Indikator Pencapaian Kompetensi : 2.1.1           Menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, ketika melakukan pengamatan preparat 2.1.2           Menunjukkan...

Apa Itu Model Pembelajaran kooperatif NHT (Numbered Head Together) ???

Pembelajaran kooperatif   NHT ( Numbered Head Together ) merupakan salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada struktur khusus dan memiliki tujuan untuk meningkatkan penguasaan akademik.   Menurut Trianto (2010:82) pembelajaran kooperatif   NHT ( Numbered Head Together ) atau penomoran berpikir bersama adalah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional.   Numbered Head Together (NHT) pertama kali dikembangkan oleh Spenser Kagen untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Model pembelajaran kooperatif   NHT ( Numbered Head Together ) memberi   kesempatan kepada siswa untuk membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat serta mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerjasama mereka (Lie, 200...

Strategi 4 Fase sebagai Sintaks Model Pembelajaran NHT (Numbered Head Together)

Dalam penggunaan model pembelajaran NHT ( Numbered Head Together ) ada beberapa fase/sintaks/langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru. Menurut Trianto, (2010: 82-83) dalam mengajukan pertanyaan kepada seluruh siswa di dalam ruang kelas saat proses pembelajaran menggunakan model NHT, guru harus menggunakan struktur empat fase sebagai sintaks NHT sebagai berikut: a.      Fase 1: Penomoran Dalam fase ini, guru membagi siswa ke dalam kelompok 3-5 orang dan kepada setiap anggota kelompok diberi nomor antara 1 sampai 5. b.     Fase 2: Mengajukan pertanyaan Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa.   Pertanyaan dapat bervariasi.   Pertanyaan dapat amat spesifik dan dalam bentuk kalimat tanya.   Misalnya, “Berapakah jumlah gigi orang dewasa?”   Atau berbentuk arahan, misalnya “Pastikan setiap orang mengetahui 5 buah   kota provinsi yang terletak di Pulau Sumatera.” c.      Fase 3: Berpikir...

Kriteria Penguasaan Konsep Siswa dalam Pembelajaran

Ada beberapa kriteria suatu konsep telah dikuasai oleh siswa dalam proses pembelajaran. Untuk mengetahui apakah siswa telah mengetahui suatu konsep, setidaknya ada empat hal pokok yang dapat diperbuatnya, menurut Hamalik (2006:166)., yaitu meliputi : 1.       Menyebutkan nama contoh-contoh konsep bila dia melihatnya. 2.       Menyatakan ciri-ciri ( properties ) konsep tersebut. 3.       Memilih, membedakan antara contoh-contoh dari yang bukan contoh. 4.       Mampu memecahkan masalah yang berkenaan dengan konsep tersebut

Mengenal Media Audio-Visual

Apa itu Media Audio visual ???   Kata “media” berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium”, yang secara harfiah berarti “perantara atau pengantar”. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman, dkk. 2005:6).   Gagne dan Brigs   (dalam Arsyad, 2007:4) menyatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari antara lain buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer. Dengan kata lain, media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruktusional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Asosiasi Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Association Of Education and Communication Technology/ AECT) di Amerika, membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk men...

Keunggulan dari Penggunaan Media Audio-Visual dalam Pembelajaran

Media pembelajaran paling besar pengaruhnya bagi indra dan lebih dapat menjamin pemahaman siswa dalam menangkap materi yang disampaikan oleh guru. Orang yang mendengarkan saja tidaklah sama tingkat pemahamannya dan lamanya bertahan apa yang dipahaminya dibandingkan dengan mereka yang melihat, atau melihat dan mendengarnya ( audio-visual ). Media audio visual adalah media yang audible artinya dapat didengar dan media yang visible artinya dapat dilihat dengan indera mata. Media audio visual gunanya untuk mengoptimalkan cara berkomunikasi lebih efektif dan menyenangkan.     Menurut Suleiman (1988 :12) ada beberapa faktor dalam filsafat dan sejarah pendidikan yang kita ketahui, tepatnya pengetahuan disalurkan ke otak melalui satu indera atau lebih. Banyak ahli berpendapat bahwa 75% dari pengetahuan manusia sampai ke otaknya melalui mata dan yang selebihnya melalui pendengaran dan indera-indera yang lain Suheri (2006: 30) mengemukan bahwa keunggulan dari penggu...

Bentuk-Bentuk Media Pembelajaran Interaktif di Dunia Pendidikan

Ada berbagai macam bentuk media pembelajaran. Media pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi tergantung dari sudut mana melihatnya.   Dilihat dari sifatnya, media dapat dibagi ke dalam: 1.       Media audio, yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, kaset, dan piringan hitam. 2.       Media visual, yaitu media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip (film rangkai), slides (film bingkai), foto, gambar atau lukisan, cetakan. Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, dan film kartun. 3.       Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua (Djamarah dan Zain, 2006 :140-141).