Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Biologi Kelautan

Menanam Pohon, Antisipasi Pemanasan Global (Global Warming)

Perubahan suhu, cuaca dan iklim yang ekstrem akhir-akhir ini tidak terlepas dari adanya proses pemanasan global ( global warming ) yang sudah mendunia. Banyak sekali efek buruk lain yang diakibatkan oleh pemanasan global ini seperti banyaknya kehidupan tumbuhan dan hewan-hewan muda yang terus mati dan punah; sinar ulatraviolet (UV) yang mudah menembus bumi akibat lapisan ozon yang semakin menipis dan berlubang banyak sehingga kulit manusia mudah mengalami iritasi dan kanker kulit; banyaknya telur-telur burung yang sukar atau sama sekali tidak menetas; serta menimbulkan efek hujan asam maupun efek rumah kaca yang berasal dari udara akibat senyawa beracun NOx, sulfur oksida, gas-gas karbonmonoksida (CO) dari asap industri dan kendaraan yang tidak terkendali dengan baik sehingga akan mendegradasi lingkungan menjadi tidak ramah. Kejadian-kejadian semacam di atas penting menjadi perhatian bersama, sebab jika melihat jumlah kasus dan efek yang ditimbulkan tentu sangat merugikan manu...

Kegunaan+Manfaat Kobalt (Co) Bagi Kesejahteraan Umat Manusia

a.             Manfaat Kobalt Kobalt merupakan bagian dari vitamin B 12   ( cyanoko balamin ). Setiap molekul vitamin mengandung 1 atom kobalt. Sementara setiap mg vitamin B 12 mengandung 0,0434 mg kobalt. Logam ini merupakan nutrisi bisa mengurangi anemia melalui mekanisme yang berkaitan dengan produksi sel darah merah. Dalam jumlah sangat kecil kobalt merupakan unsur yang esensial bagi kesehatan tubuh. Kobalt sebagai mikro nutrisi bisa diperoleh pada mikroorganisme, hewan dan tumbuhan. Rata – rata kebutuhan Co manusia adalah sebesar 1 mg/hari. Sebagian besar akan dibuang, kecuali Co dalam vitamin B 12. Sebagian besar Co dalam tubuh terikat dalam vitamin B 12.  Pada manusia kadar Co normal dalam plasma darah adalah sebesar 1 mg/100 ml (Rompas, 2010). Selain kobalt merupakan sebagai bahan mikronutrisi logam ini juga sering dimanfaatkan dalam bidang industri, seperti: a.          Bahan cam...

Gas-Gas yang Bersifat Racun: Nitrogen Oksida - Karbondioksida (CO2) - Karbonmonoksida (CO)

RANGKUMAN OLEH WAHID :  Gambar: kondisi kabut asap berbahaya di Riau (sumber gambar: Twitter @Islam_CallYou) A. Nitrogen Oksida Gas Nox terbentuk jika berlangsung pembakaran bensin pada suhu yang amat tinggi. Gas ini dengan pengaruh sinar matahari akan berekasi dengan hidrokarbon dan membentuk fotocenical oksida. Senyawa Nitrogen Oksida, biasa berada dalam bentuk NO 2 dan NO, dimana NO dihasilkan oleh proses anthropogenik, kemudian secara cepat diubah menjadi NO 2 di udara, kedua gas ini mengganggu kesehatan manusia dan merusak ekosistim. Senyawa Nitrogen Oksida adalah sebagai produk dari pusat-pusat pembakaran oleh industri-industri, transportasi pusat-pusat pembangkit tenaga listrik. Nitrik Oksida merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau, sebaliknya Nitrogen Dioksida mempunyai warna coklat kemerahan dan berbau tajam. Kedua bentuk Nitrogen Oksida (NO dan NO 2 ) sangat berbahaya bagi manusia pada konsentrasi yang normal ditemukan di atmosfer, NO t...

Peran Penting, Ciri-Ciri, Komposisi serta Proses Pembelahan yang Terjadi Pada Nukleus (Inti Sel)

2.3.1              Nukleus Nukleus merupakan pusat kendali pada sel eukariot. Nukleus mengendalikan seluruh fungsi sel dengan cara menentukan macam enzim (melalui mRNA) yang dibuat di dalam sel; dan ini menentukan  berbagai reaksi kimia dan tentunya menetukan juga srtuktur dan fungsi sel. Kendali itu terletak pada struktur yang sama, yakni informasi genetik atau faktor keturunan, dan terkandung dalam serat panjang DNA yang bergabung dengan protein membentuk bahan yang disebut kromatin. Bahan ini membuat salinanya melalui proses kimia dalam interfase. Serat kromatin di sel tumbuhan memiliki panjang total 1- 10 meter yang harus berada di dalam nukleus yang hanya berdiameter 10 µm artinya hanya seperjuta panjang kromatin. Sumber gambar ; analisisduniakesehatan.blogspot.com Selama pembelahan nukleus, serat kromosom memadat dengan cara menggulung ke arah panjangnya sehingga membentuk benda bewarna gelap yang diseb...

Peran dan Fungsi Vakuola Sebagai Bagian Dari System Endomembran (Turgiditas dalam Bentuk Sel,Metabolik,Homoeostatis,Sebagai Penyimpan)

2.3.1         Vakuola Benda khas di sel tumbuhan selain dinding sel dan plastid adalah vakuola. Vakuola dianggap sebagai bagian dari system endomembran. Sumber gambar : biologionline.info Beberapa fungsi dari vakuola adalah sebagai berikut: 1.              Peran Vakuola dalam Turgiditas dalam Bentuk Sel Untuk mempertahankan hidupnya, tumbuhan perlu menyerap cukup air, unsur mineral, karbondioksida dan cahaya matahari. Luas permukaan yang besar sangat memudahkan penyerapan ke empatk tersebut oleh tumbuhan: akar yang bercabang-cabang memasuki sejumlah besar volume tanah, permukaan dedaunan menangkap cahaya matahari dan menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Tumbuhan mempunyai volume cukup besar kareba vakuolanya terisi air dengan jumlah lebih besar dari pada yang dimiliki protoplasma sel lain. Jika sel tumbuhan hanya mengandung protoplasma tampa vakuola di banyak sel hewan, maka...

PERBEDAAN DAUR LITIK DAN LISOGENIK PADA VIRUS

Fage dalam menginfeksi bakteri dapat menggunakan 2 cara, yaitu litik dan lisogenik. Pada daur litik, virus akan menghancurkan sel induk setelah berhasil melakukan reproduksi, sedangkan pada daur lisogenik, virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintegrasi dengan DNA sel bakteri, sehingga jika bakteri membelah atau berkembangbiak virus pun ikut membelah.      Beberapa perbedaan daur litik dan lisogenik: a.     Siklus/daur litik: • Waktu relatif singkat  • Menonaktifkan bakteri  • Berproduksi dengan bebas tanpa terikat pada kromosom bakteri b.       Siklus/daur lisogenik  v • Waktu relatif lama  • Mengkominasi materi genetic bakteri dengn virus  • Terikat pada kromosom bakteri

Dampak/Efek Buruk Senyawa Hidrokarbon Bagi Kesehatan Manusia, Tumbuhan, Serta Hewan Yang Ada Di Muka Bumi

Sumber image: asalasah.blogspot.com Toksikologi merupakan studi mengenai berbagai hal tentang efek-efek yang tidak dinginkan dari zat kimia terhadap organisme hidup (Kusnoputranto, 1996). Selain itu, menurut Indranada (1985), unsur-unsur yang toksik adalah unsur-unsur yang beracun. Jadi jika topik utama toksikologi hidrokarbon dan pestisida, maka bahasan utamanya adalah berbagai efek racun dari berbagai jenis golongan zat hidrokarbon dan pestisida, yang dapat berdampak buruk terhadap kehidupan organisme. A.   Efek buruk Hidrokarbon Senyawa kimia hidrokarbon seperti minyak dan gas bumi merupakan salah satu pencemaran yang sering terjadi di perairan laut. Polutan hidrokarbon di laut banyak merugikan ekosistem laut, bahkan mematikan komoditi tertentu yang akhirnya terjadi kepunahan.  Selengkapnya dapat anda baca pada bagian berikut ini:

Ekologi Laut Tropis

Indonesia termasuk dari Negara yang memiliki ekologi laut tropis. Penyebarannya hampir merata di sepanjang pesisir pantai mulai dari sabang sampai marauke. Ekosistim yang tinggal kebanyakkan berupa tumbuhan penunjang dari terumbu karang seperti rumput laut, kelompok hewan invertebrata terutama yang paling cepat reproduksinya seperti pada spesies echinodermata, coelenterata, dan ihewan-hewan vertebrata seperti ikan-ikan laut lainnya. Untuk Materi ELT 1, Silahkan Anda Download Disini Untuk Materi ELT 2, Silahkan Anda Download Disini

Metodologi Penelitian Laut

Metodologi kelautan biasanya sering digunakan oleh para nelayan bahkan seorang peneliti untuk mengetahui karakteristik khusus yang ada pada air laut maupun ekosistim penunjang yang ada di dalamnya. Misalnya seorang peneliti akan menentukan dan membedakan kualitas dan kadar garam yang ada di laut atlantik dan pasifik. Untuk materi selengkapnya, silahkan Anda Download Disini

Siklus Biogeokimia

Untuk materi tentang siklus biogeokimia selengkapnya dapat Anda download dengan mengklink link Download Disini