Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Genetika

TABEL: MACAM-MACAM ASAM AMINO DAN KODE GENETIKNYA

TABEL: MACAM-MACAM  ASAM AMINO DAN KODE GENETIKNYA Dibawah ini merupakan nama asam amino beserta triplet kode genetik yang dibawanya. NO. Nama Asam Amino SINGKATAN TRIPLET KODON 1 Alanin ALA GCA, GCG,GCC,GCU 2 Arginin ARG CGA, CGG, CGU, UGU, AGA, AGG 3 Asparagin ASN AAC, AAU 4 Asam Asparat ASP GAC, GAU 5 Sistein SYST UGC, UGU 6 Asam Glutamat GLU GAA, GAG 7 Glutamin GLN CAA, CAG 8 Glisin GLY GGC, GGU, GGA, GGG 9 Histidin HIS CAG, CAU 10 Isoleusin ILE AUC, AUU 11 Leusin LEU CUA, CUG, CUC, ACU, UUA, UUG 12 Lisin LY...

Komponen Nonprotoplasmik (Bahan Ergastik): Ergastik Cair dan Ergastik Padat

Komponen Nonprotoplasmik (Bahan Ergastik) Komponen nonprotoplasmik di dalam sel tumbuhan terdiri atas dua bagian, yaitu: 1.       Bahan Ergastik Cair, terdapat di dalam cairan sel, berupa zat-zat yang larut di dalamnya. Cairan sel terdapat di dalam vakuola. Tiap-tiap vakuola mungkin berbeda komp[osis zat larutnya. Contoh bahan ergastik cair adalah: a.        Asam-asam organic, dapat berupa asam oksalat, asam sitrat, asam malat, dll. yang kadang-kadang dalam bentuk garamnya. Konsentrasi asam organic yang tingi dijumpai pada buah-buahan yang masih muda. b.       Karbohidrat, berupa sakarida terlarut baik disakarida maupun monosakarida. c.        Protein, berupa asam amino dan peptide sederhana. d.       Lemak, berupa lemak atau minyak cadangan makanan, misalnya asam palmitat, asam stearat pada biji kacang tanah dan daging buah kelapa. e. ...

Mikrotubul, Mikrofilamen, dan Filamen Intermedia

Mikrotubul: Mikrotubul berupa silinder panjang yang berongga dengan diameter luar kira-kira 25 nm dan diameter dalam lebih kurang 12 nm. Panjangnya beragam dari beberapa nanometer sampai beberapa micrometer. Mikrotubul terdiri dari molekul-molekul bulat protein yang disebut tubulin yang secara spontan saling bergabung pada kondisi tertentu membentuk silinder panjang berongga. Pada irisan melintang, mikrotubul terlihat terdiri dari 13 subunit dalam susunan heliks. Subunit ini adalah bagian dari 13 benang tubulin, masing-masing terangkai membentuk heliks yang merupakan bagian dari dinding mikrotubul. Tiap molekul tubulin berbobot molekul 110.000 Dalton dan merupakan dimer dari protein yang bernama tubulin a dan tubulin b. Kedua macam tubulin itu tersusun berselang-seling di sepanjang benang. Jadi, mikrotubul mempunyai polaritas yang berperan penting dalam pembentukan dan fungsi mikrotubul. Mikrotubul dapat dilihat dengan mikroskop fluoresensi terutama dengan cara mereaksikannya deng...

Proses Penebalan Dinding Sekunder Sel Trakea Pada Tumbuhan Angiospermae & Gnetophyta

Trakea Hanya dimiliki oleh tumbuhan   Angiospermae & Gnetophyta.  Penebalan dinding pada trakea dan trakeid bervariasi menurut saat pertumbuhannya : 1.      Saat bagian tumbuhan sedang memanjang : penebalan spiral, cincin (annular), tangga (scalariform). 2.     Setelah pemanjangan: jala, penebalan noktah atau tangga a.     P ene b a l an c i nc i n P e rub ahan jenis cincin a d a l ah po la p ene b a l an d i n d i n g se ku n d e r yang paling sederhana . L a p i san se ku n d e r tidak menutupi seluruh d i n d i n g p e rmuk aan d i n d i n g pr i m e r se p e r ti ada sklereid d an serat, melainkan be rup a cincin kecil diba g ian dalam dinding primer, se ti a p c i nc i n t e rp i sah dar i c i nc i n yan g lain. Susu nan yang seperti ini m e mb e r i k an k e ku at an p a d a se l yan g rob e k , d an ti d a k mengu na k an b ahan dind i ng t er l ampau banyak titi k car a se per ti i n i j ...

EFEK SAMPING SABUN PADA KULIT MANUSIA

Menurut Wasitaatmadja (1997: 100-103) bahwa sabun digunakan untuk membersihkan kotoran pada kulit, baik kotoran yang larut dalam air maupun kotoran yang larut dalam lemak. Namun, penggunaan sabun juga dapat mengakibatkan efek samping bagi tubuh, berupa:     v   Daya Alkalinisasi Kulit Daya Alkalinisasi sabun dianggap sebagai faktor terpenting dari efek samping sabun. Reaksi basa yang terjadi pada sabun konvensional melepaskan ion OH sehingga pH larutan sabun berada di antara 9 hingga 12. Hal ini diduga sebagai penyebab iritasi pada kulit. Alkalinisasi dapat menimbulkan kerusakan kulit bila kontak dengan kulit berlangsung lama, proses pembilasan yang kurang sempurna, serta daya absorpsi kulit terhadap sabun.    v   Daya Pembengkakan dan Pengeringan Kulit Kontak antara kulit dengan air (pH 7) dalam waktu lama akan menyebabkan lapisan tanduk membengkak akibat kenaikan permeabilitas kulit terhadap air. Cairan yang mengandung sabun dengan p...