Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kimia Anorganik

Karakteristik, Sifat-Sifat Spesifik, dan Kasus Pencemaran Lingkungan Oleh Arsen (As)

       Karakteristik dan Sifat-Sifat Spesifik Arsen (As) Arsen disebut juga arsenik atau arsenikum yang dilambangkan dengan symbol As merupakan logam yang sangat toksik dan berpotensi sebagai salah satu logam yang bersifat karsinogen. Menurut Slamet dalam Nur hayati arsen (As) adalah metal yang mudah patah, berwarna keperakan dan sangat toksik, arsen (As) elemental di alam dalam jumlah yang sangat terbatas, terdapat bersama bijih logam seperti emas, timbal, tembaga, timah dan zink. Hal ini membuat arsen di dapatkan menjadi produk sampingan peleburan bijih logam. Terkadang As dibuang sebagai limbah dari pabrik peleburan bijih logam yang menjadi sumber pencemar dan akhirnya mengakibatkan paparan pada manusia di lingkungan kerja pabrik dan masyarakan di sekitar pabrik seperti yang terjadi di perairan teluk buyat Sulut. Berdasarkan penelitian WALHI yang dikutip Fhazira, teluk Buyat Kabupaten Minahasa Sulawesi utara merupakan lokasi pembuangan limbah tailing sejak ...

Artificial Baku Mutu Kualitas Udara Menurut Slamet

Pengelolaan sumber daya udara, sebagaimana halnya dengan sumber daya pada umumnya, perlu dinaungi oleh iklim yang mengizinkan dilakukan tindakkan-tindakkan untuk pengelolaan tersebut. Iklim ini dapat tercipta setelah dibuat peraturan ataupun perundang-undangan yang mengatur semuanya itu. Undang-undang sedemikian dikenal sebagai Undang-Undang udara bersih. Undang-Undang yang ada di Indonesia saat ini mengatur lingkungan secara umum yang dikenal sebagai UU. No.4, th.1982. Untuk dapat melaksanakan perundangan sedemikian diperlukan peraturan pelaksanaan yang berisikan angka-angka yang konkrit tentang kadar berbagai zat yang boleh ada di dalam udara. Peraturan seperti itu disebut standar. B erlakukannya baku mutu ini, maka berarti bahwa udara yang mengandung unsur-unsur melebihi standar tadi akan disebut tercemar (bukan lagi terkotori). Diharapkan bahwa bila kualitas udara dapat dipelihara sehingga kadar berbagai zat tadi tidak terlampaui, maka diharapkan tidak akan terjadi gangguan k...

Kebakaran Hutan Di Riau, Picu Buruknya Kualitas Baku Udara Bagi Kesehatan Manusia

Sumber gambar : Dedi Wahyudi dalam ISPU dan PSI Kebakaran hutan di Riau dan sekitarnya, memicu adanya kabut asap tebal yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Hingga saat ini, Senin (10/3/14), ketebalan asap kabut semakin tebal dan berada pada level berbahaya. Pada gambar indeks (PSI) di atas, kadar pencemaran PM10 dalam rentang level berbahaya juga sekaligus sangat tidak menyehatkan. Sementara itu, untuk PSI kadar gas SO2, CO (Karbonmonoksida), dan N2 dalam level sedang. Namun demikian, peluang untuk memberikan efek buruk pada kesehatan sangat tinggi. Lain halnya dengan kadar gas O3 yang ada di udara cukup mengkhawatirkan, sebab berada pada level tidak menyehatkan. Seseorang yang berada di lokasi kabut asap tebal perlu berhati-hati, sebab pengaruh pencemaran udara oleh kabut asap tebal ini bisa mengganggu sistem organ pernafasan. Bisa jadi seseorang yang menghirup gas beracun akibat kabut asap bisa menderita penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) misal: efisema, pneumo...

Tujuan Sempurna - Pendidikan Gizi Keluarga

Sumber gambar : infobocor.blogspot.com Tujuan Pendidikan Gizi Keluarga -  Hampir semua orang makan setiap kali di rumah mereka masing-masing, dengan demikian maka perbaikan gizi keluarga adalah pintu gerbang perbaikan gizi masyarakat, dan pendidikan gizi keluarga merupakan kunci pembuka pintu gerbang itu. Di dalam keluarga biasanya ibu-ibu berperan mengatur makanan keluarga, oleh karena itu ibu-ibu adalah sasaran utama pendidikan gizi keluarga. Pendidikan gizi keluarga dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, misalnya dengan memberi teladan, dapat pula dilakukan dengan cara yang lebih khusus misalnya kursus-kursus, dan lain sebagainya. Pengajaran dapat ditujukan kepada perorangan, dapat pula kepada kelompok. Kalau ibu-ibu rumah tangga merupakan sasaran utama pendidikan, lalu siapa pengajarnya? Setiap orang yang mengetahui cara mengatas rintangan jalur pangan dapat menjadi pengajar, bahkan harus menjadi pengajar. Sebab, mengatasi bahaya gizi kurang adalah kewajiban s...

Proses-Proses Sterilisasi Pada Bahan dan Alat Praktikum Mikrobiologi

Sterilisasi adalah suatu proses untuk membunuh semua jasad renik yang ada, sehingga jika ditumbuhkan di dalam suatu medium tidak ada lagi jasad renik yang dapat berkembang biak. Sterilisasi harus dapat membunuh jasad renik yang paling tahan panas yaitu spora bakteri (Fardiaz, 1992). Adanya pertumbuhan mikroorganisme menunjukkan bahwa pertumbuhan bakteri masih berlangsung dan tidak sempurnanya proses sterilisasi. Jika sterilisasi berlangsung sempurna, maka spora bakteri yang merupakan bentuk paling resisten dari kehidupan mikrobia akan diluluhkan (Lay dan Hastowo, 1992). Sterilisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu panas, penyaringan, radiasi, dan penambahan bahan kimia. Sedangkan sterilisasi dengan cara panas dapat dilakukan dengan panas basah, panas kering, pemanasan bertahap dan perebusan. 1). Pemanasan basah Pemanasan basah adalah sterilisasi panas yang digunakan bersama-sama dengan uap air. Pemanasan basah biasanya dilakukan didalam autoklaf atau aterilisator uap ...