Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Biologi Konservasi

Menanam Pohon, Antisipasi Pemanasan Global (Global Warming)

Perubahan suhu, cuaca dan iklim yang ekstrem akhir-akhir ini tidak terlepas dari adanya proses pemanasan global ( global warming ) yang sudah mendunia. Banyak sekali efek buruk lain yang diakibatkan oleh pemanasan global ini seperti banyaknya kehidupan tumbuhan dan hewan-hewan muda yang terus mati dan punah; sinar ulatraviolet (UV) yang mudah menembus bumi akibat lapisan ozon yang semakin menipis dan berlubang banyak sehingga kulit manusia mudah mengalami iritasi dan kanker kulit; banyaknya telur-telur burung yang sukar atau sama sekali tidak menetas; serta menimbulkan efek hujan asam maupun efek rumah kaca yang berasal dari udara akibat senyawa beracun NOx, sulfur oksida, gas-gas karbonmonoksida (CO) dari asap industri dan kendaraan yang tidak terkendali dengan baik sehingga akan mendegradasi lingkungan menjadi tidak ramah. Kejadian-kejadian semacam di atas penting menjadi perhatian bersama, sebab jika melihat jumlah kasus dan efek yang ditimbulkan tentu sangat merugikan manu...

Tahapan Perkembangan Batang

Perkembangan Batang Pada batang, pertumbuhan primer ditandai oleh pemanjangan dan pelebaran aksis di bawah meristem apikal. Meristem apikal terdapat pada ujung batang, cabang, dan akar serta menyusun suatu bangunan yang disebut titik tumbuh. Titik tumbuh merupakan daerah awal pembelahan dan pertumbuhan yang mengarah pada pembentukan jaringan di belakangnya. Pada tahun 1924, Schmidt membagi  daerah apeks pada angiospermae menjadi dua bagian utama, yaitu tunika dan korpus. Tunika merupakan lapisan luar yang memilki sifat pembelahan sel antiklinal, yaitu tegak lurus terhadap permukaan, yang mengakibatkan peningkatan luas permukaan dan sedikit penambahan kedalaman batang tumbuhan. Sedangkan korpus merupakan daerah di bagian bawah tunika. Sel-selnya membelah ke segala arah sehingga meningkatkan volume jaringan. Apabila dilihat di bawah mikroskop, tunika berwarna lebih terang dibandingkan dengan korpus. Pertumbuhan dan perkembangan tunika dan korpus membentuk suatu titik tu...

Struktur dan Komponen Penyusun Pada Bunga

v Struktur Bunga 1.       Benang sari Benang sari pada tumbuhan merupakan alat kelamin jantan.Seperti halnya dengan bagian -bagian bunga yang diuraikan dahulu.Bena n g sari pun merupakan suatu metamorfosis daun,yang bentuk dan fungsinya telah disesuaikan sebagai alat kelamin jantan.Metamorfosisnya masih dapat terlihat pada bunga jenis tertentu,misalnya bunga tasbih.Pada tumbuhan ini tajuk bunganya justru tidak begitu menarik,tetapi yang berwarna indah dan menarik adalah benang sarinya yang bersifat seperti tajuk bunga. Pada benangsari dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu : Ø   Tangkai sari (filamentum),yaitu bagian yang berbentuk benang dengan penampang melintang yang umumnya berbentuk bulat. Ø   Kepala sari (anther),yaitu bagian benang sari yang terdapat pada ujung tangkai sari. Bagian ini di dalamnya biasanya mempunyai 2 ruang sari (theca),masing-masing ruang sari semula terdiri atas dua ruangan kecil ( loculus atau loculumentum). D...

Kadar Batas Aman Penggunaan Arsen (As) Menurut FAO, The Environmental Protection Agency (EPA) dan WHO

Kadar Batas Aman Berdasarkan FAO dan WHO, maksimum pengambilan arsen dalam makanan yang diizinkan adaah sebesar 2µg/hari/kg berat badan. USA menetapkan jumlah kadar arsen dalam makanan yang bisa dikonsumsi kurang dari 0,04 mg/hari makanan seafood, sedangkan jumlah kadar total arsen yang dapat dikonsumsi sebesar 0,2 mg/hari. Total pengambilan arsen dari makanan tanpa adanya paparan arsen asal industri kurang dari 0,3 mg/hari (Klaassen, 1986). The Environmental Protection Agency (EPA) menetapkan batas kadar asen dalam air minum sebesar 0,001 ppm (10 ppb), sedangkan Occupational Safety and Health Administration (OSHA) menetapkan batas paparan arsen sebesar 10 µg/m 3 bagi pekerja selama 8 jam/hari. Sementara itu The Environmental Protection Agency (EPA) menetapkan batas maksimum kadar arsen dalam tanah sebesar 10 ppm

Mengenal Kromium (Cr): Pengertian, Asal Muasal, Dan Manfaat Kromium

  KROMIUM (Cr) Kromium adalah elemen yang secara alamiah ditemukan dalam konsentrasi yang rendah di batuan, hewan, tanaman, tanah, debu vulkanik, dan juga gas. Kromium terdapat di alam dalam beberapa bentuk senyawa yang berbeda (Ehsa.2012).   Kromium terdapat dalam bijih tambang. Penambangan, peleburan dan penggunaan idustri cenderung meningkatkan kadarnya dalam lingkungan. Logam ini digunakan untuk membuat baja antikarat, berbagai aloi, dan pigmen. (Lu, 1994 : 363) a.       Manfaat Kromium Bagi  industri metalurgi, kromium berperan sebagai pencegah korosi, menghasilkan logam antara lain sebagai bahan komponen alloy, anodized allumunium, chrome plating, dan wood threathment. Kromium dalam jumlah kecil digunakan  sebagai water threathment ,katalisator, safety matches, copy machine toner, photographic chemical, magnetic tapes, pelapis pada spare part kendaraan bermotor, dan untuk stainless steel yaitu campuran 18% Cr, 8 % Ni, sediki...

Toksisitas Arsen (As) dan Dampak Paparan Arsen Terhadap Kesehatan

1.     Toksisitas Arsen Keracunan arsen dapat berupa 3 bentuk, yaitu:                                                                                     1.       Menghisap atau kontak dengan debu persenyawaan-persenyawaan arsen anorganik; 2.       Menghisap persenyawaan-persenyawaan arsen dengan zat air; dan 3.       Kontak dengan persenyawaan-persenyawaan arsen organik. Gejala-gejala dan tanda-tanda penyakit untuk ketiga golongan keracunan ini berlain-lain. Persenyawaan arsen anorganik bersifat perangsang setempat kepada kulit dan selaput lendir, dan mungkin bersifat carcinogenic. Persenyawaan-persenyawaan arsen dan zat air berefek hemolitik terhadap darah sehingga mengakibatkan hemog...

Kegunaan+Manfaat Kobalt (Co) Bagi Kesejahteraan Umat Manusia

a.             Manfaat Kobalt Kobalt merupakan bagian dari vitamin B 12   ( cyanoko balamin ). Setiap molekul vitamin mengandung 1 atom kobalt. Sementara setiap mg vitamin B 12 mengandung 0,0434 mg kobalt. Logam ini merupakan nutrisi bisa mengurangi anemia melalui mekanisme yang berkaitan dengan produksi sel darah merah. Dalam jumlah sangat kecil kobalt merupakan unsur yang esensial bagi kesehatan tubuh. Kobalt sebagai mikro nutrisi bisa diperoleh pada mikroorganisme, hewan dan tumbuhan. Rata – rata kebutuhan Co manusia adalah sebesar 1 mg/hari. Sebagian besar akan dibuang, kecuali Co dalam vitamin B 12. Sebagian besar Co dalam tubuh terikat dalam vitamin B 12.  Pada manusia kadar Co normal dalam plasma darah adalah sebesar 1 mg/100 ml (Rompas, 2010). Selain kobalt merupakan sebagai bahan mikronutrisi logam ini juga sering dimanfaatkan dalam bidang industri, seperti: a.          Bahan cam...

Karakteristik dan Sifat-Sifat Spesifik Kobalt (Co)

        --- Karakteristik Kobalt (Co) Kobalt dari bahasa jerman “ Kobold” yang artinya buruk, kimia ini di temukan oleh seorang keturunan swedia, bernama Georg Brandt pada tahun 1735, memiliki nomor atom 27. Kobalt merupakan logam transisi, memiliki berat molekul 58,93g/mol, berbentuk padat pada suhu kamar, berwarna abu-abu perak, memiliki titik didih 2.870 – 2.927 derajat celcius , titik leleh 1.495 derajat celcius , tidak berbau, memiliki 2 bilangan valensi ,  yaitu cobaltous (II) dan cobaltic (III), merupakan oksidan yang kuat dan bisa menimbulkan api dan eksplosif bila terkena panas. Tetapi bersifat stabil bila berada di udara, tidak larut dalam air, serta bersifat reaktif oleh larutan asam. ( Rompas, 2010). Unsur cobalt di alam selalu didapatkan bergabung dengan nikel dan biasanya juga dengan arsenik. Mineral cobalt terpenting antara lain Smaltite (CoAs2), cobalttite (CoAsS) dan Lemacite ( Co3S4 ). Sumber utama cobalt disebut “Speisses” yang merup...